APBN 2

Kamis, 04 Juni 2026

APBN 2



 gga total salur 

Tahap I dan Tahap II dari RKUN ke RKUD 

Rp 1,136 triliun (80 persen dari pagu) 

atau meningkat 4,34 persen (yoy).   

 DANA DESA  

Sampai dengan periode ini, Dana 

Desa telah disalurkan Rp69,17 triliun 

atau 97,42 persen dari pagu, meningkat 

6,112 persen (yoy). Capaian tersebut 

dipengaruhi oleh redesign penyaluran 

Dana Desa melalui pemisahan 

penyaluran Dana Desa yang ditentukan 

penggunaannya untuk: (1) program 

penanganan kemiskinan ekstrem melalui 

Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa; 

(2) program ketahanan pangan dan 

hewani; serta (3) program pencegahan 

dan penurunan stunting, dan Dana Desa 

yang tidak ditentukan penggunaannya. 

Selain itu, diberikan juga reward berupa 

persentase penyaluran Dana Desa yang 

tidak ditentukan penggunaannya tahap 

1 (satu) lebih besar untuk Desa berstatus 

Mandiri dibandingkan dengan Desa 

non-Mandiri.   

 

Kenaikan jumlah Desa berstatus Mandiri 

juga berkontribusi dalam meningkatkan 

capaian kinerja penyaluran sebab  

persentase penyaluran Desa Mandiri 

lebih tinggi dibandingkan dengan 

Desa non-Mandiri. Selanjutnya, 

kinerja capaian penyaluran tersebut 

juga disebabkan sebab  adanya 

penyederhanaan kebijakan penyaluran 

bagi Desa non-Mandiri, dari sebelumnya 

3 (tiga) tahap menjadi 2 (dua) tahap. 

Selain itu, terjadi peningkatan kepatuhan 

dalam penyampaian syarat salur oleh 

desa melalui pemerintah daerah 

sehingga capaian kinerja penyaluran 

Dana Desa mengalami perbaikan. 

 INSENTIF FISKAL  

Realisasi penyaluran Insentif Fiskal 

(IF) sampai dengan 30 November 2024 

telah mencapai Rp6,05 triliun, 75,57 

persen dari pagu alokasi, atau naik 

0,81 persen (yoy). Perbaikan capaian 

tersebut salah satunya disebabkan oleh 

upaya koordinasi yang terus dijalin untuk 

55

meningkatkan pemahaman daerah 

terkait pemenuhan syarat salur IF yang 

jatuh tempo pada akhir November 2024. 

Selama 2024, alokasi IF telah 

ditetapkan Rp7,4 triliun yang terdiri 

atas IF Kinerja Tahun Sebelumnya 

(Rp4 triliun), IF Kinerja Inflasi (Rp300 

miliar), dan IF Kelompok Kategori 

Kinerja Kesejahteraan Masyarakat 

(Rp3,1 triliun).  Penyaluran alokasi IF 

ke daerah dilakukan dalam 2 tahap, 

masing-masing 50 persen setelah 

syarat salur terpenuhi sebagaimana 

diatur dalam PMK Nomor 125/2023 

maupun PMK Nomor 43/2024.

2024 | DESEMBER

56

Pembiayaan 

Utang On-track 

dan Manageable 

Mendukung 

Konsolidasi 

untuk Menjaga 

Kesinambungan 

Fiskal

Foto: Storypost - Muhammad Safei

57

Pengelolaan 

Utang

Defisit APBN 2024 

ditargetkan 2,29 persen 

dari PDB, dengan realisasi 

hingga akhir November 

2024 terkendali dalam batas aman 

(prudent) yang tercatat 1,81 persen dari 

PDB. Berdasarkan laporan pemerintah 

tentang Pelaksanaan APBN Semester 

I 2024, outlook defisit anggaran 

2024 akan berada pada level 2,70 

persen terhadap PDB (Outlook). 

Penetapan defisit APBN tak lepas dari 

keputusan pemerintah menerapkan 

kebijakan fiskal ekspansif untuk 

menjaga pertumbuhan ekonomi dan 

melindungi daya beli masyarakat. 

Pembiayaan APBN 2024 dikelola 

secara prudent dan terukur serta 

mempertimbangkan outlook defisit 

APBN, kondisi likuiditas pemerintah, 

dan perkembangan pasar keuangan 

sehingga kondisi fiskal terjaga 

tetap sehat dan berkelanjutan. 

Pembiayaan utang menjadi salah satu 

instrumen untuk menutupi defisit, 

dan dijalankan secara hati-hati, 

fleksibel, oportunistik dan akuntabel. 

Target pembiayaan dipenuhi secara 

on-track, dengan cost of fund yang 

efisien dan risiko yang terkendali.

Realisasi pembiayaan utang 

sampai dengan akhir November 2024 

mencapai Rp483,60 triliun atau 74,6 

persen dari target (87,4 persen dari 

Outlook), terdiri atas realisasi SBN 

(Neto) Rp437,17 triliun dan realisasi 

Pinjaman (Neto) Rp46,44 triliun.

Penerbitan SBN di pasar domestik 

menjadi prioritas dalam memenuhi 

kebutuhan pembiayaan APBN untuk 

mengendalikan risiko. Guna mencapai 

efisiensi biaya utang, Pemerintah 

2024 | DESEMBER

58

Realisasi

Pembiayaan Utang

*Data per 30 November 2024

Pembiayaan Utang

Pembiayaan utang on-track dan manageable mendukung konsolidasi 

untuk menjaga kesinambungan fiskal

*dalam triliun Rupiah

s.d 30 November 2024

Surat Berharga Negara

(Neto)

Pinjaman

(Neto)

483,60Rp

437,17Rp

46,44Rp

Penerbitan SBN di pasar domestik menjadi prioritas dalam memenuhi 

kebutuhan pembiayaan APBN untuk mengendalikan risiko

Pengadaan utang melalui SBN sepanjang bulan November 2024 dilakukan 

melalui 4x lelang reguler dengan mencatatkan bid to cover ratio sebesar 1,57 kali. 

Pemerintah Indonesia kembali menerbitkan Sukuk Global senilai USD2,75 miliar 

dalam format Reg S/144A, terdiri dari tenor 5,5 tahun (USD1,1 miliar), 10 tahun 

(USD900 juta), dan 30 tahun (USD750 juta)

Sukuk Global

November 2024

1.100 juta

tenor 10 tahun

tenor 5,5 tahun

900 juta

tenor 30 tahun

750 juta

miliar2,75USD

USD

USD

USD

37,02Rp

triliun

triliun16,25Rp

Kinerja Lelang SBN

s.d November 2024

Rata-rata nominal

dimenangkan tiap lelang

Rata-rata penawaran

yang masuk tiap lelang

59

Penerbitan ini 

merupakan yang 

keempat di pasar surat 

utang global dalam 

mata uang USD selama 

2024, menunjukkan 

minat investor dan 

kepercayaan pasar 

yang masih tinggi 

terhadap pemerintah 

RI dengan mencatat 

kelebihan permintaan 

(oversubscribed) lebih 

dari 1,8x permintaan. 

berupaya mendorong terciptanya pasar 

SBN yang dalam, aktif, dan likuid di 

antaranya melalui lelang SBN domestik 

secara reguler dengan mekanisme 

pasar, yaitu investor menyampaikan 

penawaran (bid) kompetitif melalui 

Dealer Utama. Selama November 

2024, telah dilaksanakan 4 kali lelang 

SBN dengan mencatatkan bid to 

cover ratio sebesar 1,57x. Sepanjang 

tahun 2024 sampai dengan bulan 

November, rata-rata penawaran yang 

masuk pada lelang SBN mencapai 

Rp37,02 triliun/lelang dengan rata-

rata nominal yang dimenangkan 

sebesar Rp16,25 triliun/lelang. 

Selanjutnya, sebagai bagian dari 

pengelolaan portofolio pembiayaan, 

pemerintah juga telah melakukan lelang 

pembelian kembali secara langsung 

pada 21 November 2024 dengan 

memakai  fasilitas dealing room 

DJPPR dengan jumlah nominal yang 

dibeli kembali pemerintah Rp1 triliun.

Pada 18 November 2024, 

Pemerintah Indonesia kembali 

menerbitkan Sukuk Global senilai 

USD2,75 miliar dalam format Reg 

S/144A, terdiri dari tenor 5,5 tahun 

(USD1,1 miliar), 10 tahun (USD900 juta), 

dan 30 tahun (USD750 juta). Penerbitan 

ini merupakan yang keempat di pasar 

surat utang global dalam mata uang 

USD selama 2024, menunjukkan minat 

investor dan kepercayaan pasar yang 

masih tinggi terhadap pemerintah 

RI dengan mencatat kelebihan 

permintaan (oversubscribed) lebih 

dari 1,8x permintaan. Penerbitan Sukuk 

Global ini memakai  struktur 

akad Wakalah dan telah memperoleh 

persetujuan opini syariah dari Dewan 

Syariah Nasional – Majelis Ulama 

Indonesia (DSN MUI) serta beberapa 

lembaga internasional yang berwenang 

sebagai komite pengawas Syariah.

Sementara itu, ditinjau dari posisi 

outstanding utang pemerintah, jumlah 

utang pemerintah per akhir November 

2024 mencapai Rp8.680,13 triliun.

Pengelolaan portofolio utang 

berperan besar dalam menjaga 

kesinambungan fiskal secara 

keseluruhan. Oleh sebab  itu, pemerintah 

konsisten mengelola utang secara 

cermat dan terukur dengan menjaga 

risiko suku bunga, mata uang, likuiditas, 

dan jatuh tempo yang optimal. Rasio 

utang per akhir November 2024 yang 

tercatat 39,20 persen terhadap PDB, 

tetap konsisten terjaga di bawah batas 

aman 60 persen PDB sesuai UU Nomor 

17/2003 tentang Keuangan Negara. 

Selain itu, pemerintah mengutamakan 

pengadaan utang dengan jangka waktu 

menengah-panjang dan melakukan 

pengelolaan portofolio utang secara 

aktif. Per akhir November 2024, 

2024 | DESEMBER

60

Komposisi Utang

*Data per 30 November 2024

Pinjaman

Pinjaman DN* 42,88

1.031,26

Rp

Rp

Pinjaman LN* 988,38

Bilateral

Multirateral

Rp

265,74Rp

576,34

146,30

Rp

Comercial Banks

Suppliers

52,73

Rp

-Rp

Posisi Utang 

8.680,13 Rp

39,70%

39,21%

D

eb

to

 G

D

P

 R

at

io

Surat Berharga Negara

Domestik 6.173,37

Surat Utang Negara

Surat Berharga Syariah Negara

7.648,87 

Rp

Rp

4.979,64Rp

1.193,73Rp

Valas 1.475,50

Surat Utang Negara

Surat Berharga Syariah Negara

Rp

1.082,67Rp

392,83Rp

Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang 

optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik

*dalam triliun Rupiah

40,74%

60%

Des 2021 Des 2022 Des 2023 Nov 2024

*dalam triliun Rupiah *dalam triliun Rupiah

11,88%

Pinjaman

17,00%

SBN Valas

71,12%

SBN Domestik

88,12%

Surat Berharga

Negara (SBN)

*  berdasarkan proyeksi PDB Triwulan IV Tahun 2024

39,20%*

39,20%

Debt to GDP

batas aman rasio utang

(UU No. 17/2003)

61

profil jatuh tempo utang pemerintah 

terhitung cukup aman dengan rata-

rata tertimbang jatuh tempo (average 

time maturity/ATM) di 8,01 tahun.

Risiko tingkat bunga dan risiko 

nilai tukar juga terkendali, di mana 80,3 

persen total utang memakai  suku 

bunga tetap (fixed rate) dan 71,6 persen 

total utang dalam Rupiah. Hal ini selaras 

dengan kebijakan umum pembiayaan 

utang untuk mengoptimalkan 

sumber pembiayaan dalam negeri 

dan memanfaatkan utang luar negeri 

sebagai pelengkap. Sementara 

berdasarkan instrumen, komposisi utang 

pemerintah sebagian besar berupa 

SBN yang mencapai 88,12 persen.

Pasar SBN yang efisien akan 

meningkatkan daya tahan sistem 

keuangan Indonesia terhadap 

guncangan ekonomi dan pasar 

keuangan. Dengan aktivitas 

pembiayaan utang melalui penerbitan 

SBN, pemerintah turut mendukung 

pengembangan dan pendalaman 

pasar keuangan domestik. SBN 

turut menyediakan referensi untuk 

menentukan harga instrumen pasar 

keuangan lainnya dan digunakan 

oleh para pelaku pasar untuk 

mengelola risiko suku bunga.    

Per akhir November 2024, 

kepemilikan SBN domestik didominasi 

oleh investor dalam negeri dengan 

porsi kepemilikan 85,02 persen. 

Sementara, asing hanya memiliki SBN 

domestik sekitar 14,53 persen termasuk 

kepemilikan oleh pemerintah dan bank 

sentral asing. Lembaga keuangan 

domestik memegang kepemilikan 

SBN 41 persen, terdiri atas perbankan 

18,9 persen, perusahaan asuransi 

dan dana pensiun 18,9 persen, serta 

reksadana 3,2 persen. Bagi lembaga 

keuangan, SBN berperan penting 

dalam memenuhi kebutuhan investasi 

dan pengelolaan likuiditas, serta 

menjadi salah satu instrumen mitigasi 

risiko. Kepemilikan SBN domestik oleh 

Bank Indonesia sekitar 25,3 persen 

yang antara lain digunakan sebagai 

instrumen pengelolaan moneter. 

Sejalan dengan upaya pemerintah 

memperluas basis investor, inklusi 

keuangan dan  peningkatan literasi 

keuangan masyarakat dari savings 

society menjadi investment society, 

kepemilikan investor individu di SBN 

domestik terus mengalami peningkatan 

sejak 2019 yang hanya di bawah 3 

persen menjadi 8,9 persen per akhir 

November 2024. Sisa kepemilikan 

SBN domestik dipegang oleh institusi 

domestik lainnya untuk memenuhi 

kebutuhan investasi dan pengelolaan 

keuangan institusi bersangkutan.

Selanjutnya, guna meningkatkan 

efisiensi pengelolaan utang dalam 

jangka panjang, pemerintah terus 

berupaya mewujudkan pasar SBN 

domestik yang dalam, aktif, dan likuid. 

Salah satu strateginya adalah melalui 

pengembangan berbagai instrumen 

SBN, termasuk pula pengembangan 

SBN tematik berbasis lingkungan 

(Green Sukuk) dan SDGs (SDG Bond 

dan Blue Bond). Peranan transformasi 

digital dalam proses penerbitan 

dan penjualan SBN yang didukung 

dengan sistem online juga tak kalah 

penting, mampu membuat pengadaan 

utang melalui SBN menjadi semakin 

efektif dan efisien, serta kredibel.

2024 | DESEMBER

62

Kalender 

Acara

Pembicaraan Pendahuluan 

RAPBN TA 2025

Penyampaian Pagu 

Anggaran RAPBN 2025

Penawaran SBN Ritel SBR013

Penawaran SBN 

Ritel SWR005

Penyampaian Pagu 

Indikatif RAPBN 2025

Penawaran SBN Ritel ST012

Lomba Debat APBN 

- Mahasiswa

Lomba Konten APBN - SMP

Penyampaian Dokumen 

KEM PPF TA 2025

Penawaran SBN Ritel ST012

Penawaran SBN Ritel SBR013

Lomba Debat APBN - Mahasiswa

Lomba Konten APBN - SMP

Penyusunan Kapasitas Fiskal 

(Resource Envelope)

Penawaran SBN Ritel ORI025

Lomba Debat APBN - Mahasiswa

DJA Menyapa

Penawaran SBN Ritel ORI025

DJA Menyapa

Penyusunan Kapasitas Fiskal 

Penyampaian Pagu 

Indikatif RAPBN 2025

Penawaran SBN Ritel SR020

Lomba Debat APBN - Mahasiswa

Budget Goes to Campus62

Calendar Events 2024

63

DJA Menyapa

Penawaran SBN Ritel ST013

Penetapan DIPA Tahun 2025

Penawaran SBN Ritel ST013

Pembahasan RUU APBN 

2025 dan Nota Keuangan

Penawaran SBN Ritel SR021

Penawaran SBN Ritel ORI026

Lomba Cerdas Cermat APBN - SMA

Lomba Video Mengajar 

APBN - Guru SMA/SMP

DJA Menyapa

Pembahasan RUU APBN 

2025 dan Nota Keuangan

Penetapan Peraturan Presiden 

tentang Rincian APBN TA 2025

Penawaran SBN Ritel ORI026

Lomba Video Mengajar 

APBN - Guru SMA/SMP

Budget Goes to Campus

HORI 78 Tahun 2024

Pidato Presiden dalam rangka 

Penyampaian RUU APBN 

2025 dan Nota Keuangan

Penawaran SBN Ritel SR021

Lomba Cerdas Cermat APBN - SMA

Lomba Video Mengajar 

APBN - Guru SMA/SMP

Penyampaian Pagu 

Anggaran RAPBN 2025

Penawaran SBN Ritel SBR013

Penawaran SBN Ritel SWR005

Lomba Cerdas Cermat 

APBN - SMA

Lomba Video Mengajar 

APBN - Guru SMA/SMP

Budget Goes to Campus 63

2024 | DESEMBER

64

Foto: Pexels - Robert Lens

Laporan Khusus

65

Presiden Serahkan DIPA & 

Buku Alokasi Transfer ke 

Daerah 2025 Secara Digital

Jakarta, 10 Desember 

2024 – Presiden Prabowo 

Subianto didampingi Wakil 

Presiden Gibran Rakabuming 

bersama seluruh pimpinan tinggi 

negara, Kementerian, Lembaga, serta 

Pemerintah Daerah hadir dalam acara 

Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan 

Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi 

Transfer Ke Daerah (TKD) tahun 

Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta 

pada Selasa, 10 Desember 2024.

Penyerahan DIPA secara digital dan 

Buku Alokasi TKD ini menjadi simbol 

dimulainya pelaksanaan APBN tahun 

anggaran 2025. Dalam sambutannya, 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

menjelaskan bahwa APBN 2025 disusun 

dalam masa transisi pemerintahan dan 

telah mengakomodasi program prioritas 

presiden terpilih secara optimal.

Menteri Keuangan mengungkapkan, 

APBN adalah instrumen penting yang 

sangat menentukan kemajuan suatu  

bangsa dan menjadi instrumen andalan 

dalam melindungi masyarakat serta 

perekonomian untuk menghadapi 

berbagai gejolak guncangan serta 

krisis. Oleh sebab  itu, menurutnya 

APBN harus terus dijaga kesehatan, 

kredibilitas, dan sustainabilitasnya. 

“Alhamdulillah, Indonesia terus 

mampu menjaga keseimbangan antara 

upaya meraih kemajuan pertumbuhan 

ekonomi dan pemerataan dengan 

menjaga stabilitas dan sustainabilitas,” 

ungkap Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan memaparkan, 

APBN 2025 disusun dengan asumsi 

perkembangan dan proyeksi 

ekonomi tahun 2025 yang dinamis 

dan penuh ketidakpastian geopolitik. 

Perekonomian Indonesia di periode 

2022 hingga 2024 diperkirakan 

tumbuh sekitar 5 persen. Sementara 

itu, inflasi di November 2024 berada 

di angka 1,55 persen (yoy), termasuk 

yang terendah di dunia. Neraca 

2024 | DESEMBER

66

perdagangan  Indonesia mencapai 

surplus 54 bulan berturut-turut.

“Dengan capaian perekonomian 

yang relatif baik dan stabil hingga 

2024 ini, akan menjadi pijakan bagi 

akselerasi target pembangunan 

dan pertumbuhan ekonomi 

yang lebih baik dan lebih tinggi 

di 2025 dan 5 tahun ke depan,” 

tegas Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan menjelaskan, 

dalam APBN tahun depan belanja 

negara ditetapkan 3.621,3 triliun 

rupiah atau meningkat 8,9 persen 

dibandingkan APBN 2024. Belanja 

pemerintah pusat yang mencapai 

2.701,4 triliun rupiah ditujukan untuk 

mendorong program prioritas 

pemerintah di bidang pendidikan, 

kesehatan, perlindungan sosial, 

ketahanan pangan dan energi, 

serta perumahan. Selain itu, 

program unggulan 2025 juga 

telah ditampung di APBN melalui 

program makanan bergizi gratis, 

pemeriksaan kesehatan gratis, 

renovasi sekolah, sekolah unggulan 

terintegrasi, dan terciptanya lumbung 

pangan nasional, daerah dan desa.

Transfer ke daerah 919,9 triliun rupiah 

mendukung akselerasi  pertumbuhan 

ekonomi dan pelayanan yang inklusif. 

Sementara, pendapatan negara tahun 2025 

adalah sebesar 3.005,1 triliun dengan defisit 

616,2 triliun rupiah atau 2,53 persen dari PDB.

Menteri Keuangan mengatakan, 

penyusunan DIPA telah melalui proses 

digitalisasi yang berhasil menyederhanakan 

proses pengesahan dari semula 12 tahap 

menjadi 4 tahap, dengan memakai  

aplikasi SAKTI. Ia pun berharap DIPA 

Kementerian, Lembaga dan daftar alokasi 

Transfer ke Daerah tahun 2025 dapat 

segera diselesaikan dan dilaksanakan. 

Sehingga pada awal tahun, masyarakat 

dan perekonomian dapat langsung 

merasakan manfaatnya secara maksimal.

Presiden Prabowo Subianto 

menyampaikan bahwa APBN 2025 

dirancang untuk menjaga stabilitas, 

inklusivitas, keberlanjutan dengan kehati 

67

hatian. “Kita punya cita-cita yang 

tinggi, tapi kita harus terus melakukan 

pengendalian ekonomi secara prudent 

dan hati hati dan terencana dengan 

baik. Belanja negara harus kita lakukan 

dengan meningkatkan efisiensi, 

penghematan di semua bidang, 

mengurangi pemborosan. Kita harus 

kurangi kebocoran dari anggaran. Saya 

bertekad untuk memerangi kebocoran 

di semua tingkat. Dan saya mohon 

semua unsur, terutama para pimpinan 

daerah ikut bersama dengan pemerintah 

pusat demi kepentingan rakyat.” 

Tegas Presiden Prabowo Subianto.

2024 | DESEMBER

68

Puncak Hakordia 

Kemenkeu 2024

“Teguhkan Komitmen 

Berantas Korupsi Untuk 

Indonesia Maju”

Memperkuat reformasi 

politik, hukum, 

dan birokrasi, 

serta memperkuat 

pencegahan dan pemberantasan 

korupsi dan narkoba merupakan Asta 

Cita Presiden Prabowo Subianto poin 

ketujuh. Dalam tema reformasi birokrasi 

sendiri, salah satu yang menjadi fokus 

pemerintah adalah Pemberantasan 

Korupsi dan Kebocoran Anggaran.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) 

selaku pengelola Anggaran Pendapatan 

dan Belanja Negara (APBN) harus 

memastikan bahwa APBN dipergunakan 

sebesar-besarnya untuk kemakmuran 

rakyat. Komitmen pengawasan 

terhadap keuangan negara oleh aparat 

penegak hukum, aparat pengawas 

internal maupun eksternal menjadi 

tema penting yang harus dilakukan 

oleh setiap unsur pengawasan.

Kemenkeu melalui Inspektorat 

Jenderal mewujudkan komitmen 

ini, salah satunya dengan 

menyelenggarakan Puncak Peringatan 

Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 

Kemenkeu Tahun 2024 pada Kamis, 12 

Desember 2024 secara hybrid. Tahun ini, 

Hakordia mengusung tema “Teguhkan 

Komitmen Berantas Korupsi untuk 

Indonesia Maju.” Tema tersebut menjadi 

seruan bagi seluruh elemen bangsa 

untuk memperkuat komitmen bersama 

dalam upaya pemberantasan korupsi. 

Peringatan kali ini, para perwakilan 

pejabat dari setiap Unit Eselon I, 

Special Mission Vehicles (SMV) dan 

Badan Layanan Umum (BLU), serta 

Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan 

Ahli Pembangun Integritas (API) hadir 

secara luring di Aula Mezzanine Gedung 

Djuanda I. Sedangkan, para Kepala 

Kantor Unit Kerja Vertikal setara Eselon 

II dan Eselon III melalui Ms Teams, 

dan acara dapat diikuti oleh seluruh 

pegawai Kemenkeu melalui Yammer.

69

Peringatan Hakordia setiap 

9 Desember ini bertujuan untuk 

meningkatkan kesadaran masyarakat 

terhadap pentingnya budaya 

antikorupsi dalam setiap lini kehidupan. 

Dalam sambutannya, Menteri Keuangan 

Sri Mulyani Indrawati menyampaikan 

bahwa Hakordia menjadi momen 

refleksi global tentang ancaman korupsi. 

Momen ini digunakan Kemenkeu 

untuk menegaskan komitmen 

dalam menghadapi tantangan 

integritas sehari-hari, mengingat 

godaan korupsi sangat nyata.

Dalam kesempatan baik ini, 

Menteri Keuangan menyampaikan 

arahan dan motivasi untuk seluruh 

jajaran punggawa Kemenkeu. “Saya 

berterima kasih hari ini Kementerian 

Keuangan terus berkomitmen untuk 

memperingati hari peringatan nyata 

dan serius tentang ancaman korupsi. 

Bagi Kementerian Keuangan, ini adalah 

sebuah tantangan yang sangat nyata 

sehari hari,” ujar Menkeu Sri Mulyani. 

“sebab  tugas kita sebagai 

pengelola keuangan negara, identik 

dengan sebuah godaan sangat nyata 

mengenai corruption. Di sinilah yang 

dianggap sebagai institusi yang 

seharusnya mengelola dan mengurus 

keuangan negara dengan integritas 

yang tidak boleh dikompromikan,” 

lanjutnya mengingatkan kita sebagai 

pengelola keuangan negara harus 

terus menjaga integritas.

Menkeu Sri Mulyani mengingatkan 

pentingnya memegang teguh tiga 

prinsip utama dalam mengabdi 

kepada bangsa dan negara. 

Pedoman bagi seluruh pejabat 

dan pegawai di Kemenkeu dalam 

menjalankan tugas negara.

“Tiga hal yaitu integrity yang 

saya selalu menyampaikan berkali-

kali berulang-ulang, tak henti henti. 

Integrity is our currency. Yang kedua, 

yang diharapkan oleh seluruh bangsa 

Indonesia rakyat Indonesia adalah 

profesionalisme. Kompetensi Anda 

semuanya. Ketiga, masyarakat kita 

seluruh bangsa Indonesia, selalu melihat 

Kementerian Keuangan dengan optik 

harapan bahwa Kementerian ini harus 

mampu melayani: to serve, sebab  yang 

kita lakukan tidak boleh serving our own 

interest,” lanjut Menteri Keuangan. 

Menkeu Sri Mulyani kembali 

menekankan kepada seluruh pegawai/

pejabat Kemenkeu untung terus 

berjuang melawan korupsi apapun 

2024 | DESEMBER

70

tantangan di masa mendatang. 

Perjuangan melawan korupsi 

merupakan jihad penting untuk 

Indonesia maju. Dengan berkomitmen, 

disiplin, dan saling bekerja sama, 

Kemenkeu berperan besar dalam 

mewujudkan visi Indonesia Emas. 

Tantangan besar untuk 

menjaga perekonomian Indonesia 

membutuhkan komitmen semua 

pihak serta sinergi dan kerja sama 

internal dan eksternal Kemenkeu, 

khususnya dalam penguatan integritas 

dan semangat antikorupsi, termasuk 

menindak pegawai yang melakukan 

penyimpangan/pelanggaran integritas. 

Dalam arahannya, Menkeu Sri 

Mulyani menyelipkan pesan untuk 

para penerima penghargaan. “WBK 

(Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM 

(Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) 

adalah indikator reputasi. Namun, 

penghargaan ini harus dipertahankan 

melalui komitmen yang konsisten, bukan 

hanya sekadar simbol,” kata beliau.

Selain menyampaikan keynote 

speech dan pembukaan, Menteri 

Keuangan juga memberikan 

penghargaan terkait Zona Integritas 

(ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/

penghargaan Wilayah Birokrasi Bersih 

dan Melayani (WBBM). Penghargaan 

yang diberikan yaitu kepada: 3 Unit 

Kerja Terbaik Membangun ZI Menuju 

WBK, 3 Unit Kerja Terbaik Menjaga 

Keberlanjutan ZI Menuju WBK, 3 Unit 

Kerja Terbaik Menjaga Keberlanjutan 

ZI Menuju WBBM, serta 3 Unit Kerja 

Terbaik dalam Kepatuhan dan Validitas 

Administratif Pelaporan Harta Kekayaan.

Predikat WBK/WBBM bukan 

hanya sebagai ritual formalitas belaka, 

tetapi harus mencerminkan komitmen 

nyata terhadap budaya integritas, 

transparansi, dan akuntabilitas. Seluruh 

unit kerja yang menerima penghargaan 

ini telah melalui proses penilaian yang 

panjang dan berjenjang, termasuk 

kolaborasi erat dengan Tim Penilai 

Nasional yang dikoordinir oleh Menteri 

Pendayagunaan Aparatur Negara 

dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Inspektur Jenderal Kemenkeu 

Awan Nurmawan Nuh dalam laporan 

penyelenggaraannya menyampaikan 

bahwa seluruh Unit Eselon I, LNSW, 

BLU, dan SMV, baik di pusat maupun di 

tingkat unit vertikal turut berpartisipasi 

dalam rangkaian kegiatan Hakordia 

tahun 2024. Sebanyak 51 kegiatan 

telah diselenggarakan dalam 

bentuk Road to Hakordia 2024 dan 

diikuti sebanyak 55.128 peserta.

Sepanjang 2024, Kemenkeu 

telah melakukan penguatan integritas 

secara berkelanjutan antara lain 

dalam bentuk kegiatan: Forum 

Integritas Pimpinan, Integrity Sharing, 

E-Learning Penguatan Integritas dan 

Pencegahan Korupsi, Penanganan 

Benturan Kepentingan, Recovering 

Integrity, serta Pembangunan Sistem 

Pengendalian Intern Terintegrasi.

Di akhir laporannya, Irjen Awan 

juga menyampaikan beberapa 

penghargaan yang diraih oleh 

Kemenkeu dalam peringatan Hakordia 

tahun 2024 di Komisi Pemberantasan 

Korupsi (KPK). Penghargaan terkait 

penyuluhan antikorupsi, antara 

lain (1) Kementerian Teraktif dalam 

Pemberdayaan Penyuluh Antikorupsi; 

(2) PAKSI API Dana Rakca sebagai 

Forum Teraktif; (3) Penyuluh Antikorupsi 

(PAKSI) Inspiratif (Sdri. Kusuma Santi 

Wahyuningsih); dan (4) Penyuluh 

Antikorupsi (PAKSI) Kreatif (Sdri. Azizah 

Nuur Utami dan Sdri. Aniek Juliarini).

Kemenkeu juga memperoleh 

Penghargaan dari KPK tahun 2024 

sebagai (1) Unit Pengendalian Gratifikasi 

Peringkat 1 Klasifikasi Kementerian; 

(2) Unit Pengendalian Gratifikasi 

Terbaik Peringkat 3 Nasional; (3) 

71

Instansi dengan Pelaporan Gratifikasi 

Terbanyak level K/L; dan (4) Instansi 

dengan Pelaporan Gratifikasi Terbanyak 

secara nasional dalam lingkup K/L 

Pemerintah Daerah dan BUMN.

Kegiatan peringatan Hakordia 

Kemenkeu 2024 sebagai sarana untuk 

meneguhkan komitmen pejabat/

pegawai di lingkungan Kemenkeu 

dalam meningkatkan integritas dan 

memperkuat budaya antikorupsi. 

Dengan begitu, kepercayaan 

publik atas pengelolaan keuangan 

negara semakin meningkat.

2024 | DESEMBER

72

Badan Kebijakan Fiskal 

telah menyelenggaran 

Annual International 

Forum on Economic 

Development and Public Policy (AIFED) 

ke-13 diselenggarakan pada 2–3 

Desember 2024. Forum tahunan ini 

mengundang para ahli, baik nasional 

maupun internasional, serta didukung 

oleh mitra strategis Indonesia seperti 

Pemerintah Australia melalui Prospera, 

Asian Development Bank (ADB), Asian 

Development Bank Institute (ADBI), 

dan GIZ Jerman. Selain itu, acara ini 

juga mendapat dukungan dari Badan 

Pengelola Dana Lingkungan Hidup 

(BPDLH) dan Badan Pengelola Dana 

Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Menteri Keuangan Sri Mulyani 

Indrawati dalam pidato kuncinya 

menekankan pentingnya memahami 

Perubahan lanskap ekonomi global, 

perkembangan teknologi, dinamika 

geopolitik, dan transisi menuju ekonomi 

berkelanjutan untuk mendukung 

pencapai tujuan agenda nasional. “Saya 

berharap momen ini menjadi waktu yang 

sangat penting bagi kita untuk lebih 

memahami dan merespons pergeseran 

geoekonomi ini dengan baik. Khususnya 

memastikan bahwa kinerja ekonomi 

Indonesia tidak hanya mencakup 

pertumbuhan yang tinggi, tetapi juga 

penciptaan lapangan kerja, peningkatan 

kualitas hidup, dan pemerataan.”

Selama dua hari penyelenggaraan, 

AIFED ke-13 telah mendiskusikan 

berbagai isu strategis, mulai dari 

pergeseran geoekonomi global, 

keterampilan masa depan, hingga 

tantangan dan peluang dalam 

transisi hijau dan digitalisasi. diskusi 

dalam AIFED ke-13 ini juga menyoroti 

peningkatan tren industrialisasi 

global, serta pentingnya Indonesia 

merumuskan kebijakan yang tepat 

dan berkolaborasi dengan negara 

lain. Ketahanan pangan juga menjadi 

salah satu fokus utama, dengan 

penekanan pada sinergi kebijakan 

yang mendukung pengembangan 

SDM sesuai dengan tujuan nasional.

Annual International 

Forum On Economic 

Development and Public 

Policy (AIFED) ke 13

Growth Strategies in 

Navigating Geoeconomic 

Shifts

73

Transformasi ekonomi merupakan 

elemen penting dalam mencapai 

aspirasi Indonesia Maju 2045. Reformasi 

struktural yang dilakukan Indonesia 

telah menciptakan daya tahan ekonomi, 

disiplin fiskal yang berkelanjutan, 

posisi eksternal yang kuat, dan 

peningkatan kesejahteraan rakyat 

Indonesia. Dalam pelaksanaannya, 

pencapaian tujuan ekonomi Indonesia 

membutuhkan penguatan institusi dan 

kualitas sumber daya manusia (SDM).

2024 | DESEMBER

74

Desember merupakan bulan 

sangat istimewa. Pertama, 

ini merupakan periode 

tutup tahun, sehingga 

kita harus menggenjot semangat 

demi mencapai kinerja optimal. Target 

yang telah dicanangkan harus kita 

raih dengan capaian apik. Kedua, 

oleh komunitas global, 9 Desember 

dirayakan sebagai Hari Antikorupsi 

Sedunia (Hakordia). Bersama institusi 

lainnya, Kementerian Keuangan 

menyambut Hakordia dengan semarak. 

Korupsi merupakan tindak 

kejahatan yang harus diperangi secara 

serius. Ia merupakan tindak pidana 

berat, seperti halnya pencucian 

uang, perdagangan narkoba, 

penyelundupan manusia, kejahatan 

perang, dan bahkan genosida. Betul, 

korupsi dapat melenyapkan sebuah 

generasi. Dampak yang masif dan 

destruktif, korupsi bisa menggerogoti 

triliunan rupiah, baik anggaran negara 

maupun anggaran daerah. Anggaran 

tersebut, Uang Kita itu, mestinya bisa 

dikelola untuk menyejahterakan rakyat 

melalui pembangunan di berbagai 

sektor untuk dapat dinikmati oleh 

generasi di masa yang akan datang. 

Betapa kita memerlukan 

penerimaan negara dan mengelola 

belanja negara secara cermat, demi 

menyediakan fasilitas publik seperti 

terminal, bendungan, saluran irigasi, 

infrastruktur, renovasi gedung sekolah, 

Hakordia 2024: Dengan 

Semangat Antikorupsi, 

Kita Jaga Uang Kita Demi 

Kesejahteraan Rakyat  

75

sarana kesehatan, akses 

transportasi, program perlindungan 

sosial, pencegahan tengkes (stunting) 

dan penanganan TBC, dan sebagainya. 

Segala cita-cita luhur tersebut bisa 

hancur lantaran maraknya praktik rasuah. 

Terdepan Perangi Korupsi 

Untungnya, Kementerian Keuangan 

(Kemenkeu) merupakan institusi 

terdepan dalam memberantas korupsi. 

Berdasarkan hasil Survei Penilaian 

Integritas (SPI) yang diselenggarakan 

oleh Komisi Pemberantasan Korupsi 

(KPK), tahun lalu Kemenkeu meraih 

nilai SPI tertinggi di antara institusi 

kategori kementerian. Kemenkeu 

berhasil meraup indeks SPI 84,18 

dengan predikat Terjaga (di atas 77,5). 

SPI merupakan bagian dari upaya 

untuk memetakan risiko korupsi di 

kementerian, lembaga, dan pemerintah 

daerah. Tentu kita berharap tahun ini 

Kemenkeu mampu mempertahankan 

indeks SPI pada level “Terjaga” 

dengan nilai indeks yang lebih baik. 

Kunci dari komitmen memerangi 

korupsi adalah integritas. Hal ini selaras 

dengan nilai-nilai Kemenkeu, yang 

terdiri atas integritas, profesionalisme, 

sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan. 

Sangatlah penting menempatkan 

integritas sebagai nilai pertama. sebab  

dengan integritaslah kita dapat menjaga 

pikiran, niat, ucapan, dan perbuatan kita 

dari tindakan tercela yang melanggar 

ketentuan, termasuk tindakan korupsi. 

Sudah sangat tepat bahwa 

Kemenkeu merumuskan tiga lapis 

pertahanan, yang dikenal dengan “three 

lines of defense”. Lini pertama adalah 

diri kita sendiri. Kita sendirilah yang sadar 

akan risiko fraud sesuai dengan kriteria 

tugas dan fungsi masing-masing. Kita 

harus sadar, bahwa setiap individu dari 

kita justru merupakan pemain kunci 

dalam memerangi korupsi. Dengan 

menjauhi korupsi sejak dini serta berawal 

dari diri sendiri, kita telah mencegah 

terjadinya fraud dari awal. Lini kedua 

adalah unit kepatuhan internal (UKI), 

yang melaksanakan pengawasan 

pada masing-masing unit kerja. Dan lini 

terakhir adalah Inspektorat Jenderal, 

yang menyelenggarakan asurans bahwa 

kepatuhan internal berjalan dengan baik. 

Selain tiga lapis pertahanan itu 

tadi, kita juga mengenal “trisula” 

pemberantasan korupsi. Pertama, 

upaya edukasi dan kampanye 

antikorupsi. Tindakan ini antara 

lain dengan memberdayakan 

para penyuluh antikorupsi dan ahli 

pembangun integritas (paksiapi). Kita 

patut berbangga bahwa Kemenkeu 

memiliki Forum Paksiapi Dana Rakca, 

yang beranggotakan lebih dari 

400 paksiapi. Forum ini merupakan 

organisasi paksiapi terbesar dari segi 

jumlah anggota, di antara seluruh forum 

paksiapi di berbagai kementerian, 

lembaga, dan pemerintah daerah. 

Kedua, usaha pencegahan korupsi 

dengan menerapkan three lines of 

defense itu tadi serta penguatan UKI. 

Penyempurnaan standard operating 

procedure demi kualitas layanan 

juga termasuk ranah pencegahan 

korupsi. Dan ketiga adalah penindakan. 

Kemenkeu tidak menoleransi tindakan 

fraud dengan berkoordinasi bersama 

aparat penegak hukum maupun KPK. 

Mengelola lebih dari Rp3.000 

triliun APBN, baik dari sisi penerimaan 

maupun dari segi pembelanjaan, 

memang memerlukan insan-insan 

militan yang berintegritas dan 

berpegang teguh pada nilai-nilai 

antikorupsi. Dan terbukti bahwa 

Kemenkeu senantiasa terdepan dalam 

menggelorakan semangat antikorupsi. 

Sekali lagi, selamat merayakan 

Hari Antikorupsi Sedunia 2024! Uang 

Kita untuk Kesejahteraan Rakyat!  

2024 | DESEMBER

76

Dirjen Perbendaharaan 

menghadiri Kunjungan 

Kerja Badan Anggaran 

DPR RI ke Provinsi Jawa 

Timur pada Kamis (28/11). Bertempat 

di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 

pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua 

Badan Anggaran DPR RI Wihadi Wiyanto 

membahas isu-isu strategis, seperti 

perkembangan ekonomi dan fiskal, 

realisasi dana transfer, dan persoalan 

disparitas fiskal di Jawa Timur. Selain 

Direktur Jenderal Perbendaharaan 

Astera Primanto Bhakti, pada forum 

tersebut hadir Penjabat Gubernur 

Jawa Timur Adhy Karyono, seluruh 

Kepala Daerah dan Penjabat Kepala 

Daerah lingkup Provinsi Jawa Timur, 

seluruh pimpinan Kemenkeu Satu 

Provinsi Jawa Timur, Kepala Perwakilan 

Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, 

serta para pejabat pendamping.  

Dalam sambutannya, Wihadi 

Wiyanto menyampaikan apresiasi 

kepada para undangan atas kontribusi 

mereka dalam forum diskusi ini. Wihadi 

menegaskan bahwa pertemuan 

ini bertujuan untuk menggali 

informasi mengenai realisasi dana 

transfer, progres perpajakan, kredit 

perbankan, serta tantangan ekonomi 

yang dihadapi provinsi tersebut. 

Penjabat Gubernur Jawa Timur 

Adhy Karyono juga turut memaparkan 

gambaran ekonomi provinsi yang 

menunjukkan pertumbuhan positif 

Dirjen Perbendaharaan 

Hadiri Kunjungan Kerja 

Badan Anggaran DPR RI 

di Jawa Timur   

77

meskipun menghadapi tantangan 

global dan nasional. Adhy menyebut 

UMKM dan sektor industri sebagai 

tulang punggung perekonomian 

Jawa Timur. Sektor agroindustri di 

Jawa Timur memberikan kontribusi 

signifikan, bahkan menopang 

kebutuhan 16 provinsi lain di Indonesia. 

Adhy juga menyoroti permasalahan 

utama, yakni disparitas fiskal 

antardaerah. Sebagian besar 

kabupaten/kota di Jawa Timur masih 

bergantung pada dana transfer akibat 

rendahnya kapasitas fiskal. Selain itu, 

postur Anggaran Pendapatan dan 

Belanja Daerah (APBD) provinsi juga 

mengalami penurunan dibandingkan 

tahun sebelumnya, yang salah satunya 

disebabkan oleh penurunan dana 

bagi hasil pajak. Meskipun demikian, 

realisasi dana bagi hasil mencapai 

rata-rata serapan di atas 90 persen. 

Untuk Dana Desa, realisasinya telah 

mencapai 99,19 persen dari pagu 

sebesar Rp8,2 triliun. Adhy menekankan 

bahwa fokus ke depan adalah 

memastikan dana tersebut benar-benar 

mendukung program pengentasan 

kemiskinan ekstrem di desa-desa. 

Dalam forum tersebut, Dirjen 

Perbendaharaan menyampaikan 

apresiasi kepada Ketua Tim Banggar 

DPR RI dan Penjabat Gubernur 

Jawa Timur atas kolaborasi yang 

terjalin baik selama ini. Dirjen 

Perbendaharaan juga memaparkan 

capaian fiskal di Provinsi Jawa Timur.  

“Capaian fiskal hingga saat ini, 

Pendapatan perpajakan telah mencapai 

Rp96,96 triliun atau 74 persen dari target, 

Bea Cukai mencatatkan realisasi Rp107 

triliun atau 71 persen, dan Penerimaan 

Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp6,9 triliun, 

yang telah melampaui target. Dari 

sisi belanja, penyerapan anggaran di 

Kementerian/Lembaga telah mencapai 

Rp40,33 triliun atau sekitar 72,46 persen, 

sementara Transfer ke Daerah (TKD) 

telah terserap Rp70,79 triliun atau 87,4 

persen,” jelas Dirjen Perbendaharaan. 

Lebih lanjut, Kepala Perwakilan 

Kemenkeu Satu Jawa Timur yang 

juga Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I 

Sigit Danang Joyo juga menjelaskan 

terkait kontribusi signifikan dari dana 

transfer untuk mendukung berbagai 

2024 | DESEMBER

78

meskipun menghadapi tantangan global 

dan nasional. Adhy menyebut UMKM dan 

sektor industri sebagai tulang punggung 

perekonomian Jawa Timur. Sektor 

agroindustri di Jawa Timur memberikan 

kontribusi signifikan, bahkan menopang 

kebutuhan 16 provinsi lain di Indonesia. 

Adhy juga menyoroti permasalahan 

utama, yakni disparitas fiskal 

antardaerah. Sebagian besar 

kabupaten/kota di Jawa Timur masih 

bergantung pada dana transfer akibat 

rendahnya kapasitas fiskal. Selain itu, 

postur Anggaran Pendapatan dan 

Belanja Daerah (APBD) provinsi juga 

mengalami penurunan dibandingkan 

tahun sebelumnya, yang salah satunya 

disebabkan oleh penurunan dana 

bagi hasil pajak. Meskipun demikian, 

realisasi dana bagi hasil mencapai 

rata-rata serapan di atas 90 persen. 

Untuk Dana Desa, realisasinya telah 

mencapai 99,19 persen dari pagu 

sebesar Rp8,2 triliun. Adhy menekankan 

bahwa fokus ke depan adalah 

memastikan dana tersebut benar-benar 

mendukung program pengentasan 

kemiskinan ekstrem di desa-desa. 

Dalam forum tersebut, Dirjen 

Perbendaharaan menyampaikan 

apresiasi kepada Ketua Tim Banggar 

DPR RI dan Penjabat Gubernur 

Jawa Timur atas kolaborasi yang 

terjalin baik selama ini. Dirjen 

Perbendaharaan juga memaparkan 

capaian fiskal di Provinsi Jawa Timur.  

“Capaian fiskal hingga saat ini, 

Pendapatan perpajakan telah mencapai 

Rp96,96 triliun atau 74 persen dari target, 

Bea Cukai mencatatkan realisasi Rp107 

triliun atau 71 persen, dan Penerimaan 

Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp6,9 triliun, 

yang telah melampaui target. Dari 

sisi belanja, penyerapan anggaran di 

Kementerian/Lembaga telah mencapai 

Rp40,33 triliun atau sekitar 72,46 persen, 

sementara Transfer ke Daerah (TKD) 

telah terserap Rp70,79 triliun atau 87,4 

persen,” jelas Dirjen Perbendaharaan. 

Lebih lanjut, Kepala Perwakilan 

Kemenkeu Satu Jawa Timur yang 

juga Kepala Kanwil DJP Jawa Timur I 

Sigit Danang Joyo juga menjelaskan 

terkait kontribusi signifikan dari dana 

transfer untuk mendukung berbagai 

program strategis. Kemenkeu 

mencatat realisasi belanja infrastruktur 

yang mendukung pembangunan 

konektivitas jalan, jembatan, irigasi, 

dan proyek strategis nasional seperti 

Bendungan Bagong serta Jalur Ganda 

Kereta Api Madiun-Surabaya. 

Dalam sesi diskusi, berbagai 

pandangan dan masukan disampaikan 

oleh anggota DPR RI, perwakilan 

pemerintah daerah, dan pejabat 

lainnya. Anggota Banggar DPR RI 

Charles Meikyansah menggarisbawahi 

pentingnya peran UMKM dalam 

mendukung perekonomian daerah. 

Pihaknya berharap pemerintah daerah, 

Bank Indonesia, dan Kementerian 

Keuangan dapat bersinergi dalam 

mendorong pertumbuhan sektor ini. 

Sementara itu, anggota Banggar 

Ratna Juwita menyoroti tantangan dalam 

optimalisasi Dana Bagi Hasil Cukai 

Hasil Tembakau (DBH CHT). Beberapa 

perwakilan pemerintah daerah, 

seperti Penjabat Bupati Bangkalan 

dan Sekretaris Daerah Kabupaten 

Ngawi juga turut menyampaikan 

persoalan alokasi Dana Alokasi 

Khusus (DAK) Fisik dan ketimpangan 

alokasi DBH antarkabupaten. 

Forum ditutup dengan komitmen 

untuk menindaklanjuti berbagai 

masukan yang disampaikan oleh 

pemerintah daerah dan pemangku 

kepentingan lainnya, guna memastikan 

solusi konkret terhadap tantangan 

79

ekonomi dan fiskal di Jawa Timur. Ketua 

Tim Kunjungan Kerja Wihadi Wiyanto 

meminta pihak Kementerian Keuangan, 

Pemerintah Provinsi, dan Bank 

Indonesia untuk memberikan jawaban 

tertulis atas berbagai pertanyaan 

yang diajukan selama diskusi. 

Kunjungan kerja ini diharapkan 

dapat menjadi langkah konkret untuk 

memperkuat sinergi antara pemerintah 

pusat, daerah, dan legislatif. Dengan 

dukungan kebijakan yang tepat, 

Provinsi Jawa Timur diharapkan mampu 

mengatasi tantangan fiskal sekaligus 

mendorong pertumbuhan ekonomi 

yang lebih inklusif di masa mendatang. 

2024 | DESEMBER

80

Agenda SDGs ini 

dicanangkan dan 

tDirektorat Jenderal 

Perbendaharaan (DJPb) 

kembali menegaskan komitmen dalam 

memperkuat Regional Chief Economist 

(RCE) melalui kegiatan Rapat Konsolidasi 

Tim Implementasi Penguatan RCE 

Tingkat Pusat yang digelar pada 

Kamis (05/12) di Aula Gedung Jusuf 

Anwar, Jakarta. Rapat yang dipimpin 

langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) 

Perbendaharaan Astera Primanto 

Bhakti selaku Ketua Tim Penguatan 

(TP) RCE ini diikuti oleh anggota tim 

implementasi RCE dari berbagai unit 

eselon (UE) I lingkup Kementerian 

Keuangan yaitu para pejabat dan 

pegawai dari DJPb, Direktorat Jenderal 

Anggaran (DJA), Inspektorat Jenderal 

(Itjen), Sekretariat Jenderal (Setjen), 

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara 

(DJKN), Badan Pendidikan dan Pelatihan 

Keuangan (BPPK), Direktorat Jenderal 

Perimbangan Keuangan (DJPK), 

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 

(DJBC), Direktorat Jenderal Pajak 

(DJP), Direktorat Jenderal Pengelolaan 

Pembiayaan Dan Risiko (DJPPR) dan 

Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Turut 

juga hadir Badan Pengelolaan Dana 

Lingkungan Hidup (BPDLH) dan 

Pusat Investasi Pemerintah (PIP).  

Dalam arahannya, Dirjen 

Perbendaharaan menekankan 

pentingnya peran RCE dalam 

mendukung pengambilan keputusan 

Momentum Konsolidasi 

Tim Implementasi 

Penguatan RCE Tingkat 

Pusat   

81

kebijakan fiskal di tingkat daerah. Dirjen 

Perbendaharaan juga menyampaikan 

harapan agar RCE tidak hanya menjadi 

forum untuk menghasilkan laporan, 

tetapi juga sebagai wadah untuk 

merumuskan kebijakan dan kegiatan 

yang lebih konkret dan bermanfaat 

bagi daerah dengan melibatkan 

seluruh UE I Kemenkeu di daerah. 

Peran RCE mulai dijalankan 

pada tahun 2021 oleh seluruh Kantor 

Wilayah (Kanwil) DJPb bersama Kanwil 

UE I Kemenkeu lainnya. Peran RCE 

dijalankan sebagai respons dari arahan 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

agar DJPb terus bertransformasi 

ke arah treasury business yang 

lebih mengoptimalkan data dalam 

merumuskan policy recommendation. 

Melalui RCE, peran unit vertikal 

Kemenkeu di daerah didorong untuk 

mendukung perekonomian regional 

melalui analisis dan komunikasi 

dengan pemerintah daerah. 

Program RCE telah menghasilkan 

berbagai output strategis yaitu Kajian 

Fiskal Regional (KFR), Laporan Asset 

Liability Committee (ALCo) Regional, 

Forum Koordinasi Pengelolaan 

Keuangan Negara (FKPKN), 

dan Strategic Briefsheet. “RCE bukan 

hanya milik DJPb, melainkan milik 

kita semua yang harus kita jaga dan 

rawat bersama. Laporan RCE saat ini 

seringkali hanya berisi data yang sama 

dengan laporan BKF dan DJPK. Padahal, 

RCE seharusnya dapat memberikan 

analisis yang lebih mendalam tentang 

kondisi ekonomi daerah dan langkah-

langkah strategis yang perlu diambil,” 

ujar Dirjen Perbendaharaan.  

Dirjen Perbendaharaan 

menambahkan bahwa perkembangan 

RCE saat ini sudah sangat baik, 

tetapi masih ada beberapa aspek 

yang perlu ditingkatkan. Salah satu 

tantangan yang dihadapi adalah 

kurangnya sinergi antara berbagai 

pihak terkait dalam pelaksanaan RCE. 

Untuk mengatasi hal ini, perlu 

dilakukan monitoring yang lebih ketat 

terhadap pelaksanaan RCE di daerah. 

Selain itu, laporan RCE perlu diperkaya 

dengan informasi yang lebih spesifik 

dan relevan dengan kebutuhan 

daerah. Salah satu hal yang perlu 

diperhatikan adalah kebutuhan daerah 

akan pengetahuan tentang tata kelola 

2024 | DESEMBER

82

birokrasi pemerintahan yang efektif. 

RCE dapat menjadi wadah untuk berbagi 

pengetahuan dan pengalaman terkait 

tata kelola pemerintahan yang baik 

antara pemerintah pusat dan daerah. 

Dirjen Perbendaharaan pun 

menekankan pentingnya peran RCE 

dalam mendukung implementasi 

kebijakan pemerintah pusat di daerah, 

terutama di masa pemerintahan 

baru ini. RCE dapat lebih proaktif 

dalam mengartikulasikan berbagai 

kebijakan dan membantu 

memastikan kebijakan tersebut 

dapat dilaksanakan dengan baik. 

Dalam kegiatan ini hadir Sekretaris 

Direktorat Jenderal Perbendaharaan 

Arif Wibawa, Direktur Pelaksanaan 

Anggaran Tri Budhianto selaku 

Koordinator KFR, Direktur Pengelolaan 

Kas Negara Muhdi selaku Koordinator 

ALCo Regional, Direktur Sistem 

Perbendaharaan Sulaimansyah 

selaku Koordinator FKPKN, serta 

para pejabat eselon II Kemenkeu.

83

Dalam menghadapi dinamika 

dan ketidakpastian 

global, APBN berperan 

krusial sebagai shock 

absorber guna melindungi rakyat 

dan menstabilkan ekonomi. Untuk 

memenuhi kebutuhan ini, pemerintah 

menerapkan kebijakan ekspansif 

yang menimbulkan konsekuensi 

defisit fiskal. Defisit tersebut sebagian 

dipenuhi melalui utang, yang dikelola 

secara hati-hati untuk menjaga rasio 

utang tetap aman dan prudent sesuai 

ketentuan yang berlaku. Surat Berharga 

Negara (SBN) menjadi instrumen utama 

dalam pembiayaan utang pemerintah, 

menyumbang 88,12 persen  dari total 

outstanding utang pemerintah pusat 

hingga akhir November 2024. 

Di antara berbagai jenis SBN, SBN 

Ritel cukup pesat perkembangannya 

sebagai instrumen yang tak 

hanya berkontribusi mendukung 

pembiayaan APBN, namun juga 

menawarkan peluang investasi bagi 

masyarakat. SBN Ritel merupakan 

instrumen investasi yang diterbitkan 

pemerintah, dan ditawarkan kepada 

individu Warga Negara Indonesia 

(WNI). Dengan karakteristiknya yang 

aman, menguntungkan, dan mudah 

diakses, SBN Ritel memberikan 

kesempatan kepada masyarakat 

luas untuk berkontribusi langsung 

dalam pembangunan negara sembari 

meraih manfaat finansial. Inisiatif ini 

sejalan dengan upaya pemerintah 

untuk meningkatkan literasi dan 

SBN Ritel: Mendukung 

Pembiayaan APBN, 

Mendorong Investasi 

Masyarakat   

2024 | DESEMBER

84

inklusi keuangan, memperluas basis 

investor domestik, serta meningkatkan 

kemandirian pembiayaan nasional.

Sejak pertama kali diluncurkan 

melalui Obligasi Negara Ritel (ORI) 

seri ORI001 pada 2006, SBN Ritel 

telah mengalami pertumbuhan yang 

signifikan. Pemerintah secara konsisten 

menghadirkan inovasi untuk menarik 

lebih banyak investor. Salah satunya 

adalah pengembangan platform 

e-SBN yang memudahkan masyarakat 

untuk membeli SBN Ritel secara 

online, di mana pun dan kapanpun, 

selama masa penawaran. Kehadiran 

e-SBN tidak hanya meningkatkan 

aksesibilitas bagi masyarakat, tetapi 

juga memperkuat transparansi dalam 

proses investasi dengan adanya 

mekanisme first come, first served.

Perkembangan jenis dan fitur 

SBN Ritel juga semakin beragam guna 

memenuhi preferensi dan kebutuhan 

investor. Saat ini, terdapat 5 (lima) jenis 

SBN Ritel, yaitu: Obligasi Negara Ritel 

(ORI), Sukuk Ritel (Sukri), Savings Bond 

Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), serta 

Sukuk Wakaf Ritel (SWR) yang berbasis 

investasi sosial. Selain itu, pemerintah 

telah memperkenalkan fitur dual 

tenor sejak 2023, yang memberikan 

fleksibilitas kepada investor untuk 

memilih jangka waktu investasi 

yang sesuai dengan kebutuhan. 

Pemerintah juga memadukan SBN Ritel 

dengan prinsip ESG (Environmental, 

Social,Governance), yaitu Sukuk 

Tabungan bertema Green sejak 

2019 (ST006), dan Obligasi Negara 

Ritel bertema SDGs pada 2024 

(ORI026). Langkah ini menegaskan 

komitmen Pemerintah Indonesia 

terhadap tujuan pembangunan 

berkelanjutan, termasuk upaya 

penanganan dampak perubahan iklim.

Selama tahun 2024, pemerintah 

telah menerbitkan 7 (tujuh) seri SBN 

Ritel dengan total Rp148,36 triliun dan 

menjangkau 444.210 investor, yaitu 

seri ORI025, SR020, ST012, SBR013, 

SR021, ORI026, dan ST013. Selain 

itu, pemerintah juga menerbitkan 

Sukuk Wakaf Ritel seri SWR005 

dengan total Rp147,37 miliar dari 619 

wakif, baik individu maupun institusi. 

Dengan capaian tersebut, SBN Ritel 

menunjukkan tren pertumbuhan, baik 

pada nominal yang diterbitkan dan 

jumlah investor yang berpartisipasi. 

Peningkatan ini menunjukkan 

kepercayaan masyarakat yang semakin 

tinggi terhadap SBN Ritel sebagai 

instrumen investasi yang aman, 

menguntungkan, dan mudah diakses.

Dalam Triliun Rupiah  

Perkembangan SBN Ritel  

Orang

SUN SBSN Investor *data sementara 

85

Ke depan, peran SBN Ritel sebagai 

alat pembiayaan APBN dan instrumen 

investasi akan terus ditingkatkan seiring 

upaya literasi dan inklusi keuangan 

masyarakat. Pemerintah akan terus 

melakukan campaign edukasi dan 

sosialisasi untuk mendorong masyarakat 

lebih melek investasi. Dengan partisipasi 

masyarakat yang lebih luas melalui SBN 

Ritel, pemerintah berharap tercipta 

sebuah investment society yang mampu 

mendukung pembiayaan APBN secara 

lebih berkelanjutan, stabil, dan inklusif.

2024 | DESEMBER

86

Bea Cukai, bersama 

Polri, BNN, dan BPOM, 

melaksanakan operasi 

Patroli Bersama Berantas 

Sindikat Narkotika (Patma Bersinar) 

2024. Berlangsung dari 30 September 

hingga 30 Oktober 2024, operasi ini 

melibatkan seluruh unit vertikal Bea 

Cukai di tingkat nasional. Hasilnya, 

117 penindakan berhasil dilakukan 

dengan total barang bukti mencapai 

913,355 kilogram berupa narkotika, 

psikotropika, prekursor (NPP), dan 

obat-obatan terlarang (OOT). 

Capaian ini mencatat hasil 

tertinggi dalam empat tahun terakhir, 

menunjukkan peningkatan signifikan 

dibandingkan 2023 yang mencatatkan 

64 kasus dengan total barang bukti 

772,35 kilogram. Pencapaian tersebut 

mencerminkan efektivitas operasi serta 

peningkatan intensitas pengawasan 

terhadap sindikat narkotika. 

Barang bukti yang diamankan 

mencakup berbagai jenis, dengan 

ganja mendominasi sebanyak 

693.920,73 gram. Selain itu, ditemukan 

methamphetamine seberat 99.746,93 

gram dan MDMA seberat 3.078 gram. 

Dari segi wilayah, Riau mencatatkan 

penindakan terbesar dengan total 

632.596 gram, diikuti oleh Jakarta 

sebanyak 105.617 gram dan Sumatra 

Utara dengan 43.775 gram. 

Patma Bersinar 2024, 

Operasi Bea Cukai 

Ungkap Lebih dari 900 

Kilogram Narkotika    

87

Keberhasilan Patma Bersinar 

2024 dinilai sebagai bukti komitmen 

kuat Bea Cukai dan instansi terkait 

dalam mendukung Asta Cita ke-7 

yang dicanangkan Presiden RI, yaitu 

memperkuat reformasi politik, hukum, 

birokrasi, serta pemberantasan 

korupsi dan narkoba. Program ini juga 

diharapkan memberikan deterrent 

effect bagi sindikat narkotika. 

Selain efektivitas operasi, Patma 

Bersinar 2024 memperkuat sinergi 

antarinstansi demi menjaga keamanan 

masyarakat dari ancaman narkotika. 

Operasi ini diperkirakan menyelamatkan 

1.068.052 jiwa, menjadi wujud nyata 

perlindungan terhadap generasi muda 

dari bahaya obat-obatan terlarang. 

Dengan keberhasilan ini, Bea 

Cukai menegaskan komitmennya 

untuk terus meningkatkan kualitas 

patroli bersama dan memastikan 

keamanan nasional dari peredaran 

narkotika di masa mendatang.  

2024 | DESEMBER

88

Selaras dengan semangat 

Asta Cita dan fungsi 

Desk Pencegahan 

dan Pemberantasan 

Penyelundupan, Bea Cukai terus 

berpartisipasi dalam dua operasi 

tahunan berskala internasional, Operasi 

Thunder dan Demeter, sebagai 

upaya melindungi lingkungan dan 

keanekaragaman hayati. Operasi ini 

melibatkan kerja sama dengan lembaga 

internasional seperti World Customs 

Organization (WCO) dan Interpol. 

Operasi Thunder, yang dimulai sejak 

2017, berfokus pada pemberantasan 

perdagangan ilegal tumbuhan, 

satwa liar, dan kayu, terutama 

spesies yang dilindungi sesuai CITES. 

Sementara itu, Operasi Demeter yang 

pertama kali diselenggarakan pada 

2009, menargetkan pengawasan 

perdagangan lintas batas limbah 

berbahaya, bahan perusak ozon, serta 

komoditas lain yang menyebabkan 

kerusakan lingkungan. 

Operasi Thunder dibagi dalam 

tiga fase pada tahun 2024 dan awal 

2025: praoperasional (1 September – 10 

November), operasional (11 November 

– 6 Desember), dan pascaoperasional 

(7 Desember 2024 – 15 Januari 2025). 

Operasi Demeter berlangsung lebih 

awal, dengan fase praoperasional dari 

1 Mei hingga 14 Juli, fase operasional 

pada 15 Juli hingga 15 September, 

dan fase pascaoperasional dari 16 

Bea Cukai: Operasi 

Thunder dan Demeter 

2024 untuk Lindungi 

Lingkungan dan 

Keanekaragaman Hayati 

Indonesia     

89

September hingga 15 November. 

Melihat hasil operasi sebelumya, 

pada 2023, Bea Cukai mencatat 

keberhasilan signifikan dalam kedua 

operasi. Dalam Operasi Thunder, Bea 

Cukai menindak 372 ton kayu ilegal, 

5 ton rotan, 5 ekor kakatua jambul 

kuning, 53 kg sisik trenggiling, 330 kg 

teripang laut, serta 4 gading gajah Afrika. 

Sementara dalam Operasi Demeter, 

penindakan dilakukan terhadap 930 

bale pakaian bekas kategori limbah B3 

dan 300 boks bahan perusak ozon. 

Melalui partisipasi dalam kedua 

operasi ini, Bea Cukai menegaskan 

komitmennya sebagai community 

protector, mendukung upaya global 

melawan kejahatan lingkungan. 

Masyarakat juga diimbau untuk 

turut berperan dengan tidak 

memperjualbelikan produk satwa liar 

yang dilindungi, melaporkan aktivitas 

ilegal yang merusak lingkungan, 

dan meningkatkan kesadaran akan 

pentingnya keanekaragaman hayati. 

Dengan sinergi ini, kekayaan alam 

Indonesia dan dunia dapat terus terjaga. 

2024 | DESEMBER

90

Kementerian Keuangan 

kembali memberikan 

penghargaan Anugerah 

Reksa Bandha kepada 

Kementerian dan Lembaga Negara 

(K/L) dan stakeholders berprestasi di 

bidang pengelolaan barang milik negara 

(BMN) dan lelang, pada Kamis (5/12) di 

Aula Dhanapala Kementerian Keuangan. 

Anugerah Reksa Bandha 2024 terdiri 

atas 4 kategori penghargaan di bidang 

pengelolaan Barang Milik Negara 

(BMN) dan 4 kategori di bidang lelang. 

Penghargaan ini merupakan bentuk 

apresiasi dari Kementerian Keuangan 

(Kemenkeu) atas kualitas kinerja 

dan koordinasi yang baik antara K/L 

dan para stakeholders Kemenkeu 

terhadap pengelolaan BMN dan 

pelayanan lelang di 2023-2024.

Acara Anugerah Reksa Bandha 

2024 diselenggarakan berlandaskan 

semangat untuk meningkatkan kualitas 

pengelolaan BMN pada kementerian/

lembaga yang telah melakukan kinerja 

pengelolaan BMN terbaik sesuai 

kategori dan kelompok tertentu. 

Selain itu, acara ini juga dimaksudkan 

untuk untuk meningkatkan kualitas 

kinerja lelang yang efisien, transparan, 

akuntabel, adil, dan kompetitif pada 

pemangku kepentingan jasa lelang yang 

telah melakukan kinerja lelang terbaik.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil 

Nazara menyampaikan selamat dan 

apresiasinya kepada para penerima 

Anugerah Reksa Bandha, 

Apresiasi Kemenkeu 

kepada Stakeholders 

Berprestasi     

penghargaan Anugerah Reksa Bandha 

2024 dan seluruh pengguna BMN 

dan pelaku lelang di Indonesia. “Saya 

menyampaikan terima kasih kepada 

kepada seluruh pengguna Barang 

Milik Negara, seluruh pelaku lelang di 

Indonesia yang telah meneruskan dan 

menjaga integritas”, ungkapnya.

Suahasil mengatakan, acara 

penganugerahan ini merupakan 

manifestasi dari pelaksanaan mandat 

sebagai pengelola dan pengguna 

BMN. Dengan mandat tersebut, 

pengelola dan pengguna BMN 

bertanggung jawab memakai  

BMN untuk menyelenggarakan 

pelayanan publik untuk meningkatkan 

kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Keuangan terus 

untuk melakukan perbaikan dalam 

pengelolaan BMN. Komitmen 

untuk melakukan penyempurnaan 

pelayanan kepada para stakeholder 

dilakukan, salah satunya dengan 

memanfaatkan teknologi. Untuk 

mewujudkan Transformasi Digital 

dalam pemerintahan, Kementerian 

Pendayagunaan Aparatur Negara 

dan Reformasi Birokrasi (PANRB) 

menetapkan SIMAN V2 sebagai 

Aplikasi Umum SPBE bidang 

Pengelolaan Kekayaan Negara melalui 

KepmenPANRB Nomor 487/2024. 

Dengan terbitnya KepmenPANRB ini 

diharapkan seluruh proses pengelolaan 

BMN dapat berjalan secara lebih 

terintegrasi, cepat, dan tanpa hambatan.

Elemen lain dari Anugerah 

Reksa Bandha adalah lelang. Selain 

sebagai bagian dari pengelolaan 

aset negara, lelang juga memiliki 

peran dalam meningkatkan investasi, 

mendukung kegiatan penegakan 

hukum, dan membantu penyelesaian 

non-performing loan di berbagai 

macam institusi keuangan.

Kementerian Keuangan melalui 

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara 

(DJKN) terus melakukan tranformasi 

pelayanan lelang melalui aplikasi 

Portal Lelang Indonesia (lelang.go.id.) 

dan mendorong peran swasta dalam 

pelayanan lelang sehingga dapat 

terus mendukung perekonomian 

nasional. Portal Lelang Indonesia 

yang juga biasa disebut e-Auction 

di 2024 mendapatkan penghargaan 

dari KemenPANRB sebagai Top 

Inovasi Pelayanan Publik Kelompok 

Berkelanjutan 2024. Penghargaan 

ini diberikan sebagai pengakuan 

terhadap inovasi e-Auction untuk 

meningkatkan pelaksanaan lelang 

yang efisien, kompetitif, dan adil.

Adapun penerima penghargaan 

Anugerah Reksa Bandha 2024, 

adalah sebagai berikut:

A.   Bidang Pengelolaan Barang 

Milik Negara (BMN)

1.    Kategori Utilisasi BMN

Kelompok 1

Juara 1: Mahkamah Konstitusi Republik 

Indonesia

Juara 2: Dewan Perwakilan Rakyat 

Republik Indonesia

Juara 3: Kementerian Badan Usaha Milik 

Negara

Kelompok 2

Juara 1: Badan Koordinasi 

Penanaman Modal

Juara 2: Badan Pengawasan 

Keuangan dan Pembangunan

Juara 3: Badan Kependudukan dan 

Keluarga Berencana Nasional

Kelompok 3

Juara 1: Kementerian Keuangan

Juara 2: Badan Pusat Statistik

Juara 3: Badan Meteorologi, 

Klimatologi, dan Geofisika

 2.    Kategori Kualitas Pelaporan BMN

Kelompok 1

Juara 1: Majelis Permusyawaratan Rakyat 

Republik Indonesia

Juara 2: Kementerian Badan Usaha Milik 

Negara

Juara 3: Badan Nasional Pengelola 

Perbatasan

Kelompok 2

Juara 1: Kementerian Pariwisata dan 

Ekonomi Kreatif

Juara 2: Kementerian Koperasi dan 

Usaha Kecil dan Menengah

Juara 3: Kementerian Perencanaan 

Pembangunan Nasional/Bappenas

Kelompok 3

Juara 1: Komisi Pemilihan Umum

Juara 2: Mahkamah Agung Republik 

Indonesia

Juara 3: Badan Narkotika Nasional

 3.    Kategori Sertipikasi BMN

Kelompok 1

Juara 1: Badan Pengusahaan Kawasan 

Perdagangan Bebas dan Pelabuhan 

Bebas Sabang

Juara 2: Ombudsman Republik Indonesia

Juara 3: Badan Informasi Geospasial

Kelompok 2

Juara 1: Kementerian Sekretariat Negara

93

Juara 2: Badan Nasional Pencarian dan 

Pertolongan

Juara 3: Badan Kepegawaian Negara

Kelompok 3

Juara 1: Kementerian Pekerjaan Umum 

dan Perumahan Rakyat

Juara 2: Kementerian Perhubungan

Juara 3: Kementerian Agama

 4.    Kategori Peningkatan Tata 

Kelola Berkelanjutan (Continuous 

Improvement)

Juara 1: Kementerian Pendidikan, 

Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Juara 2: Kementerian Kelautan dan 

Perikanan

Juara 3: Kepolisian Negara Republik 

Indonesia

B.   Bidang Lelang

1.    Penjual Lelang Eksekusi Terbaik

Kelompok 1

Juara 1: PT Bank Rakyat Indonesia 

(Persero), Tbk

Juara 2: PT Bank Mandiri (Persero), Tbk

Juara 3: PT Bank Negara Indonesia 

(Persero), Tbk

Kelompok 2

Juara 1: Kejaksaan Agung Republik 

Indonesia

Juara 2: PT Bank Central Asia, Tbk

Juara 3: PT Bank Syariah Indonesia, Tbk

2.    Penjual Lelang Noneksekusi Terbaik

Kelompok 1

Juara 1: Kementerian Keuangan

Juara 2: Kepolisian Republik Indonesia

Juara 3: Kementerian Agama

Kelompok 2

Juara 1: Kementerian Energi dan Sumber 

Daya Mineral

Juara 2: Komisi Pemilihan Umum

Juara 3: Kementerian Dalam Negeri

3. Balai Lelang dengan Tata Kelola 

Terbaik

Juara 1: PT Balai Lelang Serasi

Juara 2: PT Mega Armada Sudeco

Juara 3: PT Balai Lelang Megatama

4. Pejabat Lelang Kelas II Berkinerja 

Terbaik

Juara 1: Cari Azhari, S.H.

Juara 2: Ir. Chitra W. Mukhsin

Juara 3: Dr. H. Dhody Ananta Rivandi 

Widjajaatmadja, S.H.

 

2024 | DESEMBER

94

Sejak Januari 2025, sistem 

perpajakan Indonesia 

akan memakai  sistem 

Coretax yang menawarkan 

berbagai kemudahan bagi wajib pajak. 

Saat ini, wajib pajak memakai  

beberapa aplikasi untuk menunaikan 

hak dan kewajiban perpajakannya. 

Melalui sistem Coretax, wajib pajak 

cukup mengakses Portal Wajib Pajak.

Sistem Coretax dirancang untuk 

menyatukan semua proses bisnis 

perpajakan dalam satu aplikasi berbasis 

website, mulai dari pendaftaran wajib 

pajak, pelaporan Surat Pemberitahuan 

(SPT), pembayaran pajak, pengawasan, 

pemeriksaan, dan penagihan pajak. 

Dengan integrasi tersebut, data 

perpajakan akan terpusat, sehingga 

akan meningkatkan akurasi data serta 

efisiensi administrasi perpajakan.

Melalui menu Notifikasi pada 

Portal Wajib Pajak, wajib pajak dapat 

memantau status perpajakannya, 

riwayat pembayaran, serta data 

interaksinya dengan DJP secara real-

time. Sistem Coretax memberikan 

akses data perpajakan yang lebih 

transparan kepada wajib pajak.

Selain itu, Coretax juga 

mempermudah proses pembayaran 

pajak dan pelaporan SPT. Dalam proses 

pelaporan SPT berstatus Kurang Bayar, 

Coretax merekonsiliasi dan melakukan 

validasi data SPT Kurang Bayar dengan 

Menyongsong Era 

Baru Sistem Coretax di 

Indonesia   


data pembayaran secara otomatis. 

Saat data NTPN dari Direktorat Jenderal 

Perbendaharaan diterima, status 

draft SPT Kurang Bayar akan berubah 

menjadi submit (dilaporkan). Wajib 

pajak maupun petugas tidak perlu lagi 

memasukkan data NTPN atau bukti 

PBK secara manual. Otomatisasi ini 

mengurangi pekerjaan manual, baik 

di sisi petugas pajak maupun wajib 

pajak, sehingga dapat mengurangi 

potensi terjadinya kesalahan.

Sistem Coretax juga 

memperkenalkan akun Deposit 

Pajak yang dapat digunakan untuk 

melunasi berbagai kewajiban terkait 

pembayaran pajak, seperti pembayaran 

untuk draft SPT, utang pajak, atau 

kewajiban pembayaran di luar SPT.

Sebagai dasar hukum yang 

mengatur secara teknis tentang 

pelaksanaan Coretax, pemerintah 

telah menerbitkan.  Peraturan Menteri 

Keuangan (PMK) Nomor 81/2024 tentang 

Ketentuan Perpajakan dalam Rangka 

Pelaksanaan Sistem Inti Administrasi 

Perpajakan. Peraturan ini merupakan 

aturan turunan dari Perpres Nomor 40/ 

2018. Untuk penjelasan lebih rinci terkait 

ketentuan dalam PMK-81/PMK.03/2024, 

akan diterbitkan Peraturan Dirjen Pajak.

Proses Pendaftaran Akun Portal Wajib 

Pajak

Untuk dapat mengakses 

Portal Wajib Pajak, wajib pajak 

yang sebelumnya telah terdaftar 

dalam sistem DJP Online tidak perlu 

mendaftar ulang. Data wajib pajak 

dari sistem sebelum Coretax telah 

dimigrasikan ke sistem Coretax. 

Untuk mengakses Portal Wajib Pajak, 

wajib pajak yang sebelumnya telah 

terdaftar dalam sistem DJP Online 

harus melakukan reset password.

Setelah melakukan reset 

password, notifikasi akan dikirim 

secara otomatis ke alamat email yang 

terdaftar di DJP Online, pada menu 

Profil. Wajib pajak harus memastikan 

data alamat email pada menu Profil 

DJP Online saat ini sudah sesuai dan 

valid, untuk mencegah kendala dalam 

proses transisi ke sistem Coretax.

Perlu menjadi catatan bahwa proses 

reset password ini hanya berlaku bagi 

wajib pajak yang sudah memiliki akun 

DJP Online. Bila wajib pajak lama belum 

pernah aktivasi EFIN, atau sudah pernah 

aktivasi EFIN tetapi tidak melakukan 

registrasi akun DJP Online, maka wajib 

pajak tersebut harus memilih menu 

“Permintaan Akses Digital” pada 

halaman muka Portal Wajib Pajak.

Seorang wanita kawin yang 

kewajiban pajaknya digabung 

dengan suami dapat memiliki Akun 

Coretax dengan NIK-nya sendiri 

tanpa perlu mengubah NIK-nya 

sebagai NPWP. Ini berarti, istri 

tersebut tidak perlu memakai  

NIK suami untuk login ke Portal Wajib 

Pajak dan dapat memakai  

NIK-nya untuk menandatangani 

faktur, bukti potong, bukti pungut, 

atau SPT, terkait jabatannya.

Agar dapat mengakses Portal Wajib 

Pajak, wanita kawin yang kewajiban 

pajaknya digabung dengan suami 

tersebut dapat memakai  dua 

cara. Pertama, memakai  fitur 

“Daftar di sini” untuk mengakses menu 

Pendaftaran. Selanjutnya akan terdapat 

pilihan “Registration Only”/”Hanya 

Registrasi” dan bukan Aktivasi NIK, 

yakni membuat akun Portal Wajib Pajak 

tanpa menjadikan NIK sebagai NPWP. 

Pilihan ini digunakan bila NIK istri belum 

didaftarkan di menu Family Tax Unit 

(FTU) akun Portal Wajib Pajak suami. 

Cara kedua adalah memakai  

fitur “Permintaan Akses Digital”. 

Cara ini digunakan bila istri telah 

didaftarkan di menu Family Tax Unit 

(FTU) akun Portal Wajib Pajak suami.


Selama masa transisi ke sistem 

Coretax, sistem DJP Online masih dapat 

digunakan dalam pemenuhan hak dan 

kewajiban perpajakan pajak untuk tahun 

pajak 2024 dan tahun pajak sebelumnya, 

termasuk untuk pelaporan SPT Tahunan 

2024. Sehingga, untuk pelaporan SPT 

Masa Januari 2025 wajib pajak telah 

memakai  sistem Coretax.

Mengingat pentingnya akses Portal 

Wajib Pajak ketika sistem Coretax 

secara resmi digunakan, wajib pajak 

perlu memadankan NIK-NPWP atau 

memperoleh NPWP dengan format 16 

digit. Sebab, sistem Coretax sudah tidak 

mengenal NPWP 15 digit. Selanjutnya, 

wajib pajak harus memastikan data-

data pada menu Profil DJP Online telah 

lengkap, terkini, dan valid. Data yang 

diperlukan antara lain: identitas utama, 

nomor ponsel kontak wajib pajak, alamat 

email, identitas penanggung jawab (PIC 

Utama) berupa email dan nomor ponsel 

aktif, data wajib pajak Cabang (Tempat 

Kegiatan Usaha/TKU), serta data 

dokumen pendirian wajib pajak badan.

jika  terdapat data yang 

tidak sesuai, wajib pajak diharapkan 

segera melakukan perubahan data. 

Wajib pajak dapat secara mandiri 

mengubah data email dan nomor HP 

di menu Profil DJP Online. Selain itu, 

wajib pajak juga dapat melakukan 

permohonan perubahan data ke kantor 

pajak terdaftar atau melalui telepon 

Kring Pajak 1500200, serta fitur Live